User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Semarang – Sekolah Luar Biasa Yayasan Autisme Semarang (SLBYAS) terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Setiap harinya, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan yang inklusif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan individual siswa.

KBM di SLBYAS dipimpin langsung oleh para guru berpengalaman yang memahami karakteristik anak dalam spektrum autisme. Proses pembelajaran mengintegrasikan metode visual, audio, dan praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami. Materi yang diajarkan meliputi pelajaran akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung, serta keterampilan hidup (life skills) seperti merapikan barang, berkomunikasi, hingga keterampilan motorik halus dan kasar.

Kepala SLBYAS, Sri Retno Widiyanti, S.T, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga guru perlu menyesuaikan metode pengajaran.

“Kami ingin setiap siswa merasa nyaman belajar di sini. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan, penuh interaksi, dan disesuaikan dengan kemampuan serta minat masing-masing anak,” ujarnya.

Selain di dalam kelas, pembelajaran juga dilakukan di luar ruangan, seperti berkebun, bermain edukatif, atau kunjungan lapangan sederhana. Tujuannya adalah melatih kemandirian, keberanian, dan keterampilan sosial anak.

 

Dengan metode pembelajaran yang fleksibel dan personal, SLBYAS berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Sekolah Luar Biasa Yayasan Autisme Semarang (SLBYAS) menggelar karnaval bertema “Semangat Kartini, Semangat Berkarya” pada [tanggal pelaksanaan]. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta orang tua siswa dengan penuh semangat dan keceriaan.

Karnaval dimulai dari halaman sekolah dan menyusuri rute di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa tampil mengenakan beragam busana daerah dan kebaya yang indah, lengkap dengan aksesoris khas yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Tidak ketinggalan, beberapa siswa juga mengenakan pakaian profesi seperti dokter, guru, dan polisi, sebagai simbol cita-cita dan semangat meraih mimpi.

Kepala SLBYAS, Sri Retno Widiyanti, S.T, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini merupakan momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan kesetaraan kepada siswa.

“Melalui karnaval ini, kami ingin mengenalkan sosok Kartini yang berani memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan, sekaligus melatih kepercayaan diri anak-anak untuk tampil di depan umum,” ujarnya.

Selama kegiatan, warga sekitar turut memberikan sambutan hangat dan apresiasi kepada peserta karnaval. Beberapa titik rute juga menjadi tempat istirahat singkat, di mana siswa disuguhi cerita singkat tentang perjuangan R.A. Kartini.

 

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah untuk kategori kostum terbaik, penampilan paling percaya diri, dan peserta terkompak. Momen ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berkesan bagi siswa, sekaligus menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan berkarya.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Semarang – Sekolah Luar Biasa Yayasan Autisme Semarang (SLBYAS) mengadakan kegiatan Outing Class sebagai bagian dari metode pembelajaran luar kelas untuk siswa, Jumat (tanggal kegiatan diisi). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa dengan didampingi para guru dan pendamping, serta dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Sri Retno Widiyanti, S.T.

Outing Class kali ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata di luar lingkungan sekolah, sekaligus melatih keterampilan sosial, kemandirian, dan keberanian siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan dilakukan di [lokasi outing class], yang dipilih karena menyediakan beragam fasilitas edukatif dan rekreatif yang ramah anak berkebutuhan khusus.

“Kami ingin anak-anak merasakan langsung pengalaman di luar kelas, sehingga mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari kehidupan nyata,” ujar Sri Retno Widiyanti, S.T, Kepala SLBYAS. “Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memperkuat hubungan sosial mereka.”

Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai aktivitas menarik, mulai dari pengenalan lingkungan, permainan kelompok, hingga simulasi aktivitas sehari-hari seperti berbelanja, memesan makanan, atau menggunakan fasilitas umum. Para guru memberikan pendampingan penuh untuk memastikan setiap siswa mendapatkan pembelajaran yang optimal.

 

Dengan adanya kegiatan Outing Class ini, SLBYAS berharap dapat terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan, inklusif, dan bermanfaat bagi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya mereka yang berada dalam spektrum autisme.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Semarang – Sekolah Luar Biasa Yayasan Autisme Semarang (SLBYAS) melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Hewan dan Tumbuhan Sekitar Kita pada [tanggal kegiatan]. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu Pantai Cahaya di Kendal dan Mangkang Zoo di Semarang, serta diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan pendamping sekolah.

P5 ini merupakan implementasi Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran berbasis proyek. Dengan tema Hewan dan Tumbuhan Sekitar Kita, siswa diajak mengenal secara langsung keragaman makhluk hidup, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan.

Di Pantai Cahaya, siswa melakukan pengamatan terhadap ekosistem pesisir, mengenal hewan-hewan laut seperti ikan, kepiting, dan burung pantai, serta mempelajari tumbuhan yang tumbuh di sekitar pantai seperti pohon cemara laut dan tanaman mangrove. Sementara di Mangkang Zoo, mereka melihat secara dekat berbagai satwa darat, mulai dari gajah, jerapah, hingga reptil, serta mengenal jenis-jenis tumbuhan peneduh dan tanaman pakan satwa.

Kepala SLBYAS, Sri Retno Widiyanti, S.T, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman nyata di lapangan.

“Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung melihat dan berinteraksi dengan hewan serta tumbuhan di habitatnya. Harapannya, mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kepedulian pada alam, dan keberanian untuk mencoba hal baru,” jelasnya.

Sepanjang kegiatan, siswa juga mengikuti aktivitas kreatif seperti menggambar hewan atau tumbuhan yang mereka temui, bercerita tentang temuan menarik, dan bermain kuis edukasi. Dengan metode ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kontekstual, dan berkesan bagi anak-anak.

 

SLBYAS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan P5 yang inovatif, agar siswa dapat berkembang sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.